Meski demikian, Said mengingatkan pemerintah agar tidak terlena dengan capaian pertumbuhan ekonomi tersebut. Menurutnya, perlambatan pada sektor industri pengolahan perlu menjadi perhatian serius.
“Industri pengolahan adalah tulang punggung perekonomian nasional. Kontribusinya mencapai 18,5 persen terhadap PDB dan menyerap sekitar 13,5 persen tenaga kerja nasional. Karena itu perlambatan pertumbuhannya harus segera diantisipasi,” ujarnya.
Data BPS menunjukkan, pertumbuhan industri pengolahan melambat dari 5,04 persen pada triwulan I 2026 menjadi 4,52 persen pada triwulan II 2026.
Hal serupa juga terjadi pada sektor pertanian. Meski Indonesia memasuki masa panen raya di sejumlah daerah, pertumbuhan sektor pertanian turun dari 4,97 persen pada triwulan I menjadi 3,8 persen pada triwulan II 2026.
“Sektor pertanian memiliki peran yang sangat strategis karena menyumbang 13,57 persen terhadap PDB dan menjadi sumber mata pencaharian sekitar 28,75 persen tenaga kerja nasional. Penurunan ini perlu menjadi perhatian pemerintah,” kata Said.

NOW ON AIR SSFM 100

