Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan Indonesia masih berada dalam kondisi “survival mode” untuk menghadapi fluktuasi harga minyak dunia yang dipicu ketidakpastian geopolitik.
Pemerintah terus menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna menjaga ketahanan energi nasional dan memastikan pasokan tetap aman bagi masyarakat.
Dwi Anggia Juru Bicara Kementerian ESDM mengatakan, strategi tersebut telah diterapkan sejak krisis energi global mulai terjadi pada Februari 2026. Menurutnya, pemerintah harus selalu siap menghadapi perubahan kondisi global yang berlangsung sangat cepat.
“Hingga saat ini, strategi kita masih sama, yaitu dalam kondisi ‘survival mode’. Artinya, kita selalu siap mengantisipasi gejolak atau dinamika perubahan yang cepat,” ujar Anggia dilansir dari Antara, Senin (27/7/2026).
Meski berharap situasi global segera membaik, Anggia menilai tidak ada kepastian mengenai kapan konflik geopolitik yang memengaruhi pasar energi dunia akan berakhir.

NOW ON AIR SSFM 100

