Jumat, 18 September 2026

Ichsanuddin Noorsy Ungkap Masalah Besar di Balik Pencopotan Purbaya

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Foto: Antara

Menurutnya, prinsip pengelolaan utang pemerintah semestinya dapat dianalogikan dengan kemampuan seseorang membayar cicilan dari pendapatan bulanannya.

“Kalau dalam logika perbankan, ada perbankan yang mengizinkan uang Rp10 juta yang Anda terima sebulan, Anda boleh mencicil Rp3 juta atau Rp3,3 juta. Kalau APBN mestinya kita juga mengambil begitu. Berapa pendapatan, berapa yang kita pakai untuk cicilan dan bunga,” ujar Ichsanuddin.

Menurut dia, ketika porsi pembayaran cicilan dan bunga utang semakin besar terhadap pendapatan negara, pemerintah memiliki ruang yang semakin terbatas untuk membiayai berbagai program lainnya.

“Ternyata kita sudah melampaui itu. Yang disebut dengan ruang fiskal sempit,” jelasnya.

Ichsanuddin kemudian menyinggung kebijakan pembiayaan yang dilakukan pada masa Purbaya, termasuk penerbitan Patriot Bond dan Samurai Bond serta penarikan dana dari Danantara sebesar Rp120 triliun.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Jumat, 18 September 2026
32o
Kurs