Karena itu, Ichsanuddin berpandangan bahwa persoalan yang muncul tidak cukup dilihat sebagai persoalan pergantian pejabat, pertarungan kepentingan, maupun tekanan dari pihak eksternal dan internal.
“Artinya sesungguhnya problemnya bukan sekadar problem pada power game, bukan hanya berhadapan dengan mafia, bukan cuma sekadar pada kebijakan eksternal dan internal, tapi problem regulasi yang harus dibenahi,” kata dia.
Menurutnya, pembenahan regulasi keuangan negara menjadi penting karena berkaitan langsung dengan arah kebijakan fiskal dan kemampuan pemerintah mengelola anggaran di tengah berbagai kebutuhan pembiayaan.
Ichsanuddin juga menyinggung hubungan Indonesia dengan lembaga keuangan internasional seperti Bank Dunia dan IMF, terutama setelah Purbaya menyatakan penolakan terhadap pinjaman dari lembaga tersebut.
“Ini menyangkut kepentingan Bank Dunia dan IMF yang kemarin Purbaya menyatakan menolak pinjaman dan mereka tersenyum saja,” pungkasnya.(faz/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

