Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 73,54 poin atau 1,13 persen ke posisi 6.461,15 pada perdagangan Selasa (15/9/2026).
Pelemahan IHSG mengikuti bursa kawasan Asia yang mayoritas berada di zona merah, di tengah masih tingginya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS), serta Ukraina dan Rusia.
Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga turun 8,27 poin atau 1,25 persen ke posisi 650,76.
Maximilianus Nico Demus Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, dari eksternal, perhatian pasar tertuju pada kenaikan harga minyak setelah Arab Saudi menutup jalur pipa utama.
“Dari eksternal bursa regional Asia melemah, perhatian pasar tertuju seiring dengan harga minyak yang memperpanjang kenaikannya setelah Arab Saudi menutup jalur pipa utama,” ujar Nico dilansir dari Antara.
Dari mancanegara, pertemuan diplomatik antara Iran dengan negara-negara Teluk Arab untuk membahas situasi di Selat Hormuz dilaporkan ditunda.
Iran juga mengklaim sebuah kapal tanker super yang mencoba memasuki area terlarang di Hormuz meledak setelah menabrak ranjau. Iran menyatakan tidak akan terlibat dalam pembicaraan dengan AS sampai tuntutannya dipenuhi.
Sementara itu, Ukraina membantah klaim Donald Trump Presiden AS mengenai kesepakatan dengan Rusia untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi.
Volodymyr Zelenskyy Presiden Ukraina mengatakan Ukraina siap menghentikan serangan terhadap target energi Rusia apabila Rusia melakukan hal yang sama.
Pernyataan tersebut bertentangan dengan klaim Trump bahwa Moskow dan Kyiv telah sepakat menangguhkan serangan terhadap infrastruktur energi masing-masing.
Nico mengatakan kenaikan harga energi turut menjadi perhatian pasar karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan memengaruhi arah kebijakan bank sentral AS atau The Fed.
“Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan tekanan pada The Fed untuk memperketat kebijakan, dengan pasar saat ini memperkirakan sekitar 92 persen kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu waktu AS,” ujar Nico.
Dari dalam negeri, pasar mencermati pengangkatan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Investor akan melihat konsistensi arah kebijakan fiskal dan kredibilitas pengelolaan APBN setelah pergantian tersebut.
“Pasar berharap pergantian Menteri tersebut menjaga kontinuitas dan disiplin fiskal,” kata Nico.
Suahasil sebelumnya menyatakan akan menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara, terutama agar APBN tetap mampu mendukung program prioritas pemerintah.
Ia juga menyebut APBN memiliki dua fungsi, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas, serta berkomitmen mempertahankan defisit anggaran di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
IHSG dibuka melemah dan bertahan di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG kembali bertahan di zona merah hingga perdagangan berakhir.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hanya tiga sektor yang menguat. Sektor barang konsumen nonprimer memimpin kenaikan sebesar 0,53 persen, disusul sektor kesehatan 0,43 persen dan infrastruktur 0,34 persen.
Sementara itu, delapan sektor melemah. Sektor industri turun paling dalam sebesar 1,16 persen, diikuti sektor keuangan 0,99 persen dan energi 0,89 persen.
Saham dengan penguatan harga terbesar antara lain DEFI, CCSI, VOKS, ALKA, dan TRJA. Sedangkan saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SAPX, SMRA, RIGS, UDNG, dan LAPD.
Frekuensi perdagangan saham tercatat 1.756.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 25,60 miliar lembar senilai Rp12,67 triliun. Sebanyak 330 saham naik, 332 saham turun, dan 301 saham tidak bergerak.
Di bursa regional Asia, Nikkei melemah 0,01 persen ke 63.492,00, Shanghai turun 0,54 persen ke 3.864,28, Hang Seng melemah 1,00 persen ke 24.667,24, Kospi turun 0,85 persen ke 6.627,26, dan Straits Times melemah 1,45 persen ke 5.634,93. (ant/saf/ipg)











