Rabu, 4 November 2026

IHSG Anjlok 3,78 Persen ke Level 4.904, Seluruh Sektor Melemah

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Saham turun. Foto: suarasurabaya.net

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup anjlok 3,78 persen pada perdagangan Selasa (3/11/2026).

IHSG terkoreksi 192,54 poin ke level 4.904,29. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga melemah 3,98 persen atau 20,62 poin ke posisi 497,27.

Maximilianus Nico Demus Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, mengatakan, pelemahan IHSG sejalan dengan tekanan di bursa regional Asia setelah Wall Street melemah.

Saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) masih berada di bawah tekanan jual karena investor mengkhawatirkan besarnya belanja pengembangan AI dan ketidakpastian tingkat pengembaliannya.

“IHSG dan bursa regional Asia melemah menyusul pelemahan di Wall Street, penurunan saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan tetap berada di bawah tekanan jual seiring kekhawatiran atas pengeluaran AI yang besar dan pengembalian yang tidak pasti terus membebani,” ujar Nico dilansir dari Antara.

Dari pasar global, investor juga mencermati pemilihan paruh waktu Amerika Serikat di tengah meningkatnya tekanan politik terhadap pemerintahan Donald Trump Presiden AS dan Partai Republik.

Pelaku pasar turut memperhatikan perkembangan negosiasi antara AS dan Iran yang berpengaruh terhadap pergerakan harga minyak dan prospek pasokan energi.

Harga minyak mentah jenis Brent dan minyak mentah AS masing-masing diperdagangkan di kisaran 104 dolar AS dan 96 dolar AS per barel pada Selasa (3/11/2026).

Harga tersebut turun sekitar 7 persen pada sesi sebelumnya setelah muncul sinyal kemajuan diplomatik antara AS dan Iran.

“Para pemimpin dari kedua belah pihak mengisyaratkan untuk melanjutkan negosiasi perdamaian. Tanda-tanda kemajuan diplomatik antara AS dan Iran meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan lebih lanjut,” kata Nico.

Masoud Pezeshkian Presiden Iran juga menyatakan pemerintahannya telah menerima kewenangan lebih besar dari pemimpin tertinggi Iran untuk melakukan negosiasi perdamaian.

Dari dalam negeri, tekanan terhadap IHSG turut dipengaruhi perkembangan inflasi. Inflasi pangan pada Oktober 2026 meningkat dari 5,03 persen menjadi 5,81 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan harga pangan masih berlangsung di tengah gangguan pasokan yang dikaitkan dengan anomali iklim El Nino.

Sebaliknya, inflasi inti pada Oktober 2026 tercatat 2,56 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,84 persen.

Menurut Nico, penurunan inflasi inti berpotensi mengurangi tekanan terhadap kebijakan bank sentral. Namun, kondisi tersebut juga dapat mencerminkan pelemahan permintaan masyarakat.

“Penurunan inflasi inti dapat melonggarkan tekanan bagi bank sentral,” ujarnya.

Ia menambahkan, melemahnya permintaan terlihat dari kecenderungan masyarakat mengurangi belanja kebutuhan nonpokok karena pendapatan lebih banyak terserap untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Sepanjang perdagangan Selasa, IHSG sempat dibuka menguat. Namun, indeks kemudian berbalik ke zona negatif hingga penutupan sesi pertama dan bertahan di wilayah merah pada sesi kedua.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor mengalami pelemahan. Sektor barang baku mencatat penurunan terdalam sebesar 5,86 persen, disusul sektor energi yang melemah 4,56 persen dan sektor industri turun 4,26 persen.

Sejumlah saham yang mencatat penguatan terbesar antara lain TMPO, MKNT, AIMS, BSWD, dan BLTZ. Sementara saham dengan pelemahan terdalam meliputi AEGS, IBOS, MEJA, MGLV, dan EURO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,37 juta kali transaksi dengan volume 11,72 miliar lembar saham senilai Rp26,59 triliun. Sebanyak 69 saham menguat, 717 saham melemah, dan 177 saham tidak mengalami perubahan.

Di bursa regional Asia, indeks Nikkei melemah 0,33 persen ke posisi 63.081,86. Kospi turun 3,59 persen ke 5.684,79, Shanghai melemah 0,82 persen ke 3.608,10, dan Strait Times turun 0,65 persen ke 5.269,29. Sementara itu, Hang Seng menguat 0,57 persen ke posisi 23.525,97. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Surabaya
Rabu, 4 November 2026
27o
Kurs