Selasa, 3 November 2026

Hadapi Ketidakpastian Era VUCA, Pendidikan Tinggi Perlu Perkuat Kecerdasan Spiritual

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Prof. Nur Syam Penasihat Khusus Kementerian Agama (Kemenag) RI bersama pimpinan Universitas Al Fithrah Surabaya. Foto: Universitas Al Fithrah

Prof. Nur Syam Penasihat Khusus Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menekankan pentingnya nilai-nilai tasawuf sebagai fondasi etika dan spiritual dalam pendidikan tinggi.

Hal itu ia tekankan karena masyarakat saat ini menurutnya berada dalam kondisi Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (Vuca), sebuah istilah yang menggambarkan kondisi penuh perubahan cepat, ketidakpastian, kompleksitas, serta adanya situasi yang sulit diprediksi.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut lembaga pendidikan mengembangkan empat dimensi kecerdasan secara seimbang, yaitu intelektual, emosional, sosial, dan spiritual.

“Keempatnya diperlukan agar lulusan tidak hanya mampu menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mengelola diri, beradaptasi, dan membangun hubungan sosial,” terangnya, Selasa (3/11/2026).

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga tradisi keilmuan melalui pembelajaran bersama guru yang memiliki kejelasan sanad keilmuan. Menurutnya, kemudahan mengakses informasi melalui TikTok, YouTube, dan platform digital lainnya tidak boleh membuat mahasiswa mengabaikan proses belajar yang terarah.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Surabaya
Selasa, 3 November 2026
28o
Kurs