Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak terbatas atau sideways pada perdagangan Rabu (22/7/2026).
Pelaku pasar memilih bersikap wait and see menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga acuan.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 25,99 poin atau 0,41 persen ke level 6.366,01. Sementara Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut naik 1,77 poin atau 0,28 persen ke posisi 638,41.
Liza Camelia Suryanata Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia mengatakan, secara teknikal IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan apabila mampu menembus level resistance terdekat.
“IHSG berpeluang menguji resistance 6.377. Jika berhasil ditembus, penguatan berpotensi berlanjut menuju 6.398-6.459. Sebaliknya, apabila gagal menembus 6.377, IHSG berpotensi mengalami taking profit dengan area support di level 6.286-6.257,” ujar Liza dilansir dari Antara.
Fokus utama investor hari ini tertuju pada keputusan Bank Indonesia terkait BI-Rate yang saat ini berada di level 5,75 persen setelah mengalami kenaikan total 100 basis poin sepanjang 2026.
Menurut Liza, proyeksi ekonom masih terbelah. Sebagian memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan, sementara sebagian lainnya memprediksi kenaikan sebesar 25 basis poin menjadi 6,00 persen.
Selain kebijakan moneter, pasar domestik juga mencermati perkembangan pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang tengah dimatangkan pemerintah bersama DPR.
PFII ditargetkan menjadi pusat keuangan global sekaligus menarik investasi dari family office internasional.
Berdasarkan kajian, sekitar 3,2 triliun dolar AS aset dikelola oleh family office di seluruh dunia, dengan sekitar 65 persen di antaranya diperkirakan tengah mencari tujuan investasi baru akibat perubahan geopolitik dan meningkatnya ketidakpastian di pusat-pusat keuangan global.
“Melalui penyediaan ekosistem keuangan yang kompetitif, regulasi yang mendukung, serta infrastruktur penunjang, PFII diharapkan mampu meningkatkan arus modal asing dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat investasi regional,” kata Liza.
Dari pasar global, sentimen positif datang dari berlanjutnya penguatan saham-saham sektor semikonduktor setelah sebelumnya terkoreksi akibat aksi ambil untung pada tema kecerdasan buatan (AI).
Investor juga mulai mengalihkan perhatian ke musim laporan keuangan kuartal II 2026. Kinerja Alphabet, Intel, dan Texas Instruments dinilai akan menjadi indikator penting untuk mengukur prospek belanja AI dan keberlanjutan pertumbuhan sektor teknologi.
“Meski prospek jangka panjang AI dinilai masih kuat, pasar tetap mencermati tingginya belanja modal perusahaan-perusahaan teknologi besar serta potensi imbal hasil investasinya. Di sisi lain, minimnya data ekonomi serta periode blackout komunikasi The Fed membuat pergerakan pasar lebih dipengaruhi oleh laporan keuangan korporasi,” ujar Liza.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik masih membayangi pasar. Konflik Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah serangan kedua negara berlanjut, sementara kelompok Houthi mengumumkan embargo maritim terhadap Arab Saudi yang meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Sentimen lain datang dari kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengenakan tarif tambahan sebesar 50 persen terhadap sejumlah produk impor asal Kanada.
“Kebijakan itu kembali memicu kekhawatiran terhadap hubungan dagang kedua negara, meskipun Trump menegaskan langkah itu bukan merupakan respons atas kebakaran hutan di Kanada, melainkan terkait perlakuan Kanada terhadap sektor pertanian dan pelaku usaha AS,” kata Liza.
Pada perdagangan sebelumnya, bursa saham Eropa ditutup menguat. Indeks Euro Stoxx 50 naik 0,90 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,58 persen, DAX Jerman bertambah 0,66 persen, dan CAC 40 Prancis naik 0,28 persen.
Penguatan juga terjadi di Wall Street. Indeks S&P 500 naik 0,90 persen menjadi 7.507,32, Nasdaq Composite menguat 1,30 persen ke 25.837,21, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,70 persen ke level 52.223,93.
Sementara itu, mayoritas bursa saham Asia bergerak di zona hijau pada perdagangan pagi. Indeks Nikkei menguat 1,67 persen, Shanghai Composite naik 0,40 persen, Kospi melonjak 5,22 persen, sedangkan Straits Times terkoreksi 0,46 persen. (ant/saf/ipg)







