Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (28/7/2026) berpotensi bergerak volatil, seiring pelaku pasar bersikap hati-hati menantikan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral Amerika Serikat (AS).
IHSG dibuka melemah 10,58 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.175,20. Sementara itu, Indeks LQ45, kelompok 45 saham unggulan, turun 2,03 poin atau 0,33 persen ke posisi 610,53.
“Apabila tekanan jual berlanjut, IHSG berpotensi menguji area support 6.159-6.144, kemudian di 6.130 dan 6.119. Jika kedua level itu ditembus, koreksi berpotensi berlanjut di 5.931. Sebaliknya, apabila mampu rebound, IHSG perlu kembali menembus area 6.219–6.219, kemudian 6.315 sebagai resistance selanjutnya. Breakout di atas level itu akan membuka peluang penguatan lanjutan menuju 6.394,” ujar Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, dalam kajiannya di Jakarta, yang dilaporkan Antara, Selasa.
Dari sisi global, pelaku pasar menantikan hasil pertemuan FOMC yang dijadwalkan Rabu (28/7) waktu AS. Konsensus memperkirakan suku bunga acuan akan bergerak seiring inflasi AS yang mulai melandai dan penurunan harga minyak mentah dunia.
“Investor akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh untuk memperoleh petunjuk mengenai prospek kebijakan moneter pada sisa tahun ini,” ujar Liza.

NOW ON AIR SSFM 100

