Ratna menilai inflasi menjadi salah satu isu penting dalam pemilu tersebut, terutama setelah kenaikan harga energi di tengah perang antara AS dan Iran.
Kenaikan harga bensin dan solar turut menambah tekanan biaya. Di sisi lain, belanja konsumen yang kuat serta investasi pada teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) masih menopang pertumbuhan ekonomi AS. Namun, sebagian pemilih juga mengkhawatirkan dampak perkembangan AI terhadap lapangan kerja.
Ketegangan geopolitik AS dan Iran juga masih menjadi perhatian investor. Upaya diplomatik melalui Qatar belum menunjukkan kepastian, sementara kedua negara masih berbeda pandangan terkait tuntutan dalam rancangan kesepakatan.
Situasi semakin memanas setelah AS dilaporkan melancarkan serangan defensif terhadap sistem rudal permukaan ke udara Iran. Presiden AS Donald Trump juga kembali mengancam kemungkinan aksi militer.
Meski demikian, pasar masih menyimpan harapan tercapainya penyelesaian diplomatik. Harapan tersebut ikut mendorong pelemahan harga minyak mentah global.
NOW ON AIR SSFM 100

