Pada Selasa (3/11/2026), minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) bergerak di kisaran 96 dolar AS per barel, sedangkan Brent berada di level 103 dolar AS per barel.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun atau US Treasury 10-year yield naik lebih dari enam basis poin menjadi 4,96 persen. Harga emas spot melemah 0,5 persen ke level 3.920 dolar AS per troy ounce.
Ratna mengatakan penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS memberikan tekanan terhadap harga emas. Investor juga menantikan hasil pemilu midterm untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan fiskal AS.
Dari dalam negeri, sentimen pasar turut dipengaruhi revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 diturunkan menjadi 5,4–5,5 persen, dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,6–6,0 persen.
Menurut Ratna, revisi tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan eksternal terhadap prospek ekonomi domestik. Kondisi ini berpotensi membatasi optimisme investor terhadap prospek laba emiten, terutama di sektor yang sensitif terhadap daya beli dan aktivitas ekonomi, seperti konsumer, ritel, dan properti.
NOW ON AIR SSFM 100

