Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) juga memperingatkan Iran akan dimintai pertanggungjawaban apabila serangan serupa kembali terjadi.
Ketegangan tersebut membuat harga minyak mentah melonjak. Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari enam persen ke atas 92 dolar AS per barel, sedangkan Brent menguat lebih dari enam persen hingga menembus 100 dolar AS per barel, level tertinggi sejak awal Juni 2026.
Lonjakan harga energi meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan memperbesar kemungkinan The Federal Reserve (The Fed) bank sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau kembali menaikkannya.
Dari dalam negeri, pertumbuhan uang beredar dalam arti luas atau M2 melambat menjadi 8,7 persen secara tahunan pada Juni 2026, dari 10,8 persen pada Mei.
Kondisi tersebut mencerminkan mengetatnya likuiditas akibat arus modal keluar, kontraksi aset luar negeri bersih, dan penarikan sementara dana Saldo Anggaran Lebih ke Bank Indonesia.

NOW ON AIR SSFM 100

