Likuiditas diperkirakan kembali membaik dalam jangka pendek hingga menengah seiring masuknya arus modal asing dan penempatan kembali dana pemerintah di bank-bank Himbara.
“Namun, prospek jangka panjang masih dibayangi risiko pengetatan apabila The Fed kembali bersikap lebih hawkish, ketegangan geopolitik mendorong kenaikan harga minyak, atau pemerintah kembali menarik dana SAL untuk memperkuat ruang fiskal,” kata Liza.
Di tengah tekanan pasar, penerbitan perdana Panda Bond Indonesia di China mendapat permintaan cukup tinggi. Nilai penawaran investor mencapai sekitar 17 miliar yuan, atau 2,4 kali dari nilai penerbitan sebesar tujuh miliar yuan.
Pelemahan juga terjadi di bursa Eropa dan Amerika Serikat pada perdagangan Kamis (23/7/2026). Euro Stoxx 50 turun 1,63 persen, FTSE 100 melemah 0,73 persen, DAX terkoreksi 1,56 persen, dan CAC 40 turun 1,64 persen.
Di Wall Street, indeks S&P 500 melemah 1,21 persen, Nasdaq Composite turun 1,87 persen, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,97 persen.
Bursa saham Asia pada Jumat pagi juga bergerak di zona merah. Indeks Nikkei turun 3,12 persen, Shanghai melemah 0,55 persen, Hang Seng turun 1,14 persen, Kospi terkoreksi 3,35 persen, dan Straits Times melemah 0,57 persen. (ant/bil/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

