Pemerintah juga terus mendorong investasi swasta di sektor energi baru terbarukan (EBT) melalui penguatan regulasi dan pemberian berbagai insentif.
Kebijakan tersebut antara lain diarahkan untuk mendukung pengembangan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW).
Dari eksternal, investor mencermati kembali meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz. Iran menyatakan selat tersebut tidak akan dibuka hingga sejumlah tuntutannya dipenuhi.
Kondisi itu berpotensi mengganggu lalu lintas kapal dan pasokan energi global. Di tengah situasi tersebut, upaya diplomatik melalui Oman dan Qatar masih terus berlangsung.
Pasar juga menunggu data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat untuk Juli 2026. Data inflasi tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.









