Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung menunggu kepastian arah transisi kepemimpinan di bank sentral.
Liza juga menyoroti hasil survei Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang menunjukkan mayoritas pelaku usaha masih memilih menunda ekspansi pada semester II 2026 karena ketidakpastian permintaan, baik di pasar domestik maupun global.
Di sektor komoditas, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memperkirakan kebutuhan crude palm oil (CPO) untuk mendukung implementasi penuh program mandatori B50 akan meningkat menjadi sekitar 16 hingga 17 juta ton pada 2027.
Pada perdagangan sebelumnya, mayoritas bursa saham Eropa ditutup menguat. Indeks Euro Stoxx 50 naik 0,24 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,83 persen, DAX Jerman bertambah 0,41 persen, dan CAC 40 Prancis meningkat 0,63 persen.
Sementara itu, Wall Street ditutup bervariasi. Indeks S&P 500 naik 0,20 persen ke level 7.429,22, Dow Jones Industrial Average menguat 1 persen menjadi 52.747,53, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,20 persen ke posisi 24.876,91.
Di kawasan Asia, pergerakan bursa juga beragam pada perdagangan pagi. Indeks Nikkei dan Shanghai bergerak melemah, Hang Seng menguat, sementara Kospi dan Strait Times terkoreksi. (ant/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

