Selain sentimen global, perhatian investor domestik tertuju pada kondisi transaksi berjalan Indonesia. Bank Indonesia mencatat defisit transaksi berjalan pada kuartal II 2026 mencapai 12,5 miliar dolar AS atau sekitar 3,3 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Pelebaran defisit tersebut menjadi salah satu faktor yang menekan sentimen pasar. Kondisi itu terjadi seiring menyusutnya surplus perdagangan barang dan meningkatnya biaya impor energi.
Dari pasar global, investor juga mencermati perkembangan ekonomi China. Pelaku pasar menantikan pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China pada 25-28 Agustus 2026 untuk mencari petunjuk mengenai kemungkinan kebijakan baru guna menopang pertumbuhan ekonomi.
Dilansir dari Antara, perhatian tersebut meningkat setelah sejumlah data ekonomi China menunjukkan kinerja yang mengecewakan dan pemerintah berkomitmen memperkuat pertumbuhan ekonomi.
IHSG sempat dibuka di zona hijau pada awal perdagangan. Namun, indeks kemudian berbalik melemah dan masuk ke teritori negatif hingga akhir sesi pertama. Tekanan berlanjut pada sesi kedua sehingga IHSG bertahan di zona merah sampai penutupan.










