Selasa, 14 Juli 2026

IHSG Ditutup Menguat Tipis ke Level 6.039, Sentimen Positif Datang dari Rating S&P

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi saham naik. Foto: suarasurabaya.net

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tipis pada perdagangan Selasa (14/7/2026).

Kenaikan indeks didorong sentimen positif dari dalam negeri setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia, meski pasar masih dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Pada penutupan perdagangan, IHSG naik 1,68 poin atau 0,03 persen ke level 6.039,52. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham berkapitalisasi besar justru melemah 3,48 poin atau 0,58 persen ke posisi 598,89.

Maximilianus Nico Demus Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, penguatan IHSG ditopang keputusan S&P Global Ratings yang kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia di level BBB dengan prospek (outlook) stabil.

“IHSG melanjutkan penguatan seiring terkonfirmasinya S&P Global Ratings yang mengafirmasi Sovereign Credit Rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil,” kata Nico.

Menurut Nico, prospek stabil yang diberikan S&P mencerminkan keyakinan lembaga pemeringkat tersebut bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga disiplin fiskal, termasuk mempertahankan defisit anggaran di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Rating outlook stabil menunjukkan tetap terjaganya kepercayaan pemangku kepentingan internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih solid,” ujarnya dilansir dari Antara.

Ia menambahkan, keputusan tersebut juga memperlihatkan kepercayaan investor terhadap kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

“Tetap dipertahankannya peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outlook stabil juga menunjukkan kepercayaan terhadap kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter,” kata Nico.

Di sisi lain, sentimen eksternal masih menjadi perhatian pelaku pasar. Bursa saham global dan kawasan Asia sempat tertekan setelah Donald Trump Presiden Amerika Serikat menyatakan akan kembali memberlakukan blokade terhadap pengiriman Iran melalui Selat Hormuz.

Kebijakan tersebut, termasuk rencana pungutan sebesar 20 persen terhadap kargo yang melintasi Selat Hormuz, memicu kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan energi dunia.

Kondisi itu turut mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan sentimen kehati-hatian di pasar keuangan global.

Meski sempat dibuka di zona merah, IHSG berbalik menguat pada sesi pertama perdagangan dan mampu mempertahankan tren positif hingga penutupan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak 10 sektor mencatatkan penguatan. Sektor energi memimpin kenaikan dengan menguat 1,66 persen, disusul sektor kesehatan sebesar 1,22 persen dan sektor barang konsumen nonprimer sebesar 1,20 persen.

Sebaliknya, sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang melemah dengan penurunan 1,21 persen.

Pada perdagangan hari itu, saham AGAR, PRDL, SKBM, VERN, dan ENRG menjadi lima emiten dengan kenaikan harga tertinggi. Sementara saham JELI, KONI, KIOS, HBAT, dan COCO mencatat pelemahan terdalam.

Aktivitas perdagangan di BEI berlangsung cukup ramai. Frekuensi transaksi mencapai sekitar 2,71 juta kali dengan volume perdagangan sebanyak 28,05 miliar lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp16,53 triliun.

Secara keseluruhan, sebanyak 439 saham ditutup menguat, 217 saham melemah, dan 309 saham bergerak stagnan.

Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham juga ditutup menguat. Indeks Nikkei naik 0,75 persen ke level 67.750,00, Shanghai Composite menguat 1,36 persen menjadi 3.967,13, Hang Seng bertambah 0,52 persen ke posisi 24.340,73, sedangkan Strait Times menguat 0,43 persen ke level 5.493,67. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Selasa, 14 Juli 2026
27o
Kurs