“Jika IHSG mampu bertahan di atas 6.635, maka berpeluang akan menutup gap di 6.705. Jika tidak, diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran 6.535-6.635,” ujar Ratna dilansir dari Antara.
Kenaikan harga minyak mentah menjadi salah satu sentimen utama yang membebani pasar saham. Harga minyak global pada perdagangan Selasa (1/9/2026) melonjak hampir 5 persen seiring meningkatnya ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Iran.
Kenaikan harga minyak berpotensi memperbesar tekanan inflasi global. Kondisi tersebut turut meningkatkan perhatian investor terhadap arah kebijakan moneter bank sentral, khususnya Federal Reserve (The Fed).
Selain minyak, pasar obligasi AS juga menghadapi tekanan jual. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik lebih dari 3 basis poin ke level 4,792 persen. Kenaikan yield tersebut terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap prospek inflasi.
Data pasar tenaga kerja AS menunjukkan perlambatan, tetapi kondisi ekonomi secara keseluruhan masih relatif tangguh.

NOW ON AIR SSFM 100

