Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Rabu (2/9/2026), seiring meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Kenaikan harga minyak mentah dunia serta meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed turut membebani mata uang Garuda.
Rupiah dibuka melemah 30 poin atau 0,17 persen menjadi Rp17.774 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.744 per dolar AS.
Rully Nova Analis Bank Woori Saudara memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut sepanjang perdagangan hari ini, terutama jika harga minyak global terus meningkat akibat ketegangan geopolitik.
“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp17.750-Rp17.820 dipengaruhi oleh global masih berlanjutnya kenaikan harga minyak seiring meningkatnya eskalasi konflik AS dan Iran,” kata Rully dilansir dari Antara.

NOW ON AIR SSFM 100

