Kamis, 24 September 2026

IHSG Melemah Seiring Ekspektasi Pasar Terhadap Kenaikan Lanjutan Suku Bunga The Fed

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Layar Digital Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). Foto: Antara

Sehingga, CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 bps pada Oktober 2026 mencapai 60 persen, sedangkan peluang kenaikan pada Desember 2026 berada di sekitar 48 persen.

Di sisi lain, Liza menyebut pelaku pasar masih mencermati ketidakpastian geopolitik antara AS dengan Iran. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyatakan Tehran tetap terbuka terhadap diplomasi, namun menolak negosiasi di bawah tekanan.

Donald Trump Presiden AS menyebut pembicaraan dengan utusan Iran berlangsung produktif, sementara Iran mengindikasikan kemungkinan membuka kembali Selat Hormuz apabila tekanan militer dan pembatasan terhadap pelabuhannya dikurangi.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati kunjungan Xi Jinping Presiden China ke Washington, karena berpotensi menghasilkan pembahasan mengenai perdagangan dan hubungan bilateral AS dan China. Seiring ketidakpastian konflik geopolitik, harga minyak mentah kembali naik yaitu jenis Brent kembali naik ke atas 100 dolar AS per barel setelah lima sesi berturut-turut melemah.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menilai level suku bunga acuan saat ini masih cukup untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global dan kondisi higher for longer di AS.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Kamis, 24 September 2026
32o
Kurs