Senin, 9 November 2026

IHSG Melemah Seiring Ekspektasi Pasar Terhadap Kenaikan Lanjutan Suku Bunga The Fed

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Layar Digital Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). Foto: Antara

Selain kebijakan suku bunga, BI telah memperkuat stabilisasi melalui insentif biaya hedging untuk mendorong aliran modal asing masuk dan bertahan di pasar domestik. Insentif diberikan lebih besar untuk tenor hedging yang lebih panjang, termasuk melalui Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) karena dapat meningkatkan supply dolar AS di pasar domestik.

Di sisi lain, pemerintah tengah menyiapkan penyesuaian skema insentif pajak seiring penerapan Global Minimum Tax (GMT) dengan tarif minimum 15 persen.

Setelah masa pengajuan fasilitas tax holiday berdasarkan PMK 130/2020 berakhir pada 31 Desember 2025, pemerintah merancang berbagai insentif alternatif agar tetap memenuhi komitmen perpajakan internasional sekaligus menjaga daya tarik investasi.

Adapun, skema yang dipertimbangkan antara lain pembebasan bea masuk untuk produk tertentu, pembebasan pajak atas jenis barang tertentu, serta fasilitas untuk transaksi tertentu

Bursa Eropa kompak melemah pada penutupan Rabu (23/9/2026), diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,38 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,03 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,66 persen, dan indeks CAC 40 Prancis melemah 0,39 persen.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Gundukan Kerikil di Bratang Binangun

Truk Terguling di Menjelang Sembayat

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Surabaya
Senin, 9 November 2026
26o
Kurs