Kamis, 24 September 2026

IHSG Melemah Seiring Ekspektasi Pasar Terhadap Kenaikan Lanjutan Suku Bunga The Fed

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Layar Digital Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). Foto: Antara

Selain kebijakan suku bunga, BI telah memperkuat stabilisasi melalui insentif biaya hedging untuk mendorong aliran modal asing masuk dan bertahan di pasar domestik. Insentif diberikan lebih besar untuk tenor hedging yang lebih panjang, termasuk melalui Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) karena dapat meningkatkan supply dolar AS di pasar domestik.

Di sisi lain, pemerintah tengah menyiapkan penyesuaian skema insentif pajak seiring penerapan Global Minimum Tax (GMT) dengan tarif minimum 15 persen.

Setelah masa pengajuan fasilitas tax holiday berdasarkan PMK 130/2020 berakhir pada 31 Desember 2025, pemerintah merancang berbagai insentif alternatif agar tetap memenuhi komitmen perpajakan internasional sekaligus menjaga daya tarik investasi.

Adapun, skema yang dipertimbangkan antara lain pembebasan bea masuk untuk produk tertentu, pembebasan pajak atas jenis barang tertentu, serta fasilitas untuk transaksi tertentu

Bursa Eropa kompak melemah pada penutupan Rabu (23/9/2026), diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,38 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,03 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,66 persen, dan indeks CAC 40 Prancis melemah 0,39 persen.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Kamis, 24 September 2026
32o
Kurs