Untuk prospek hingga akhir 2026, Hendra tetap optimistis terhadap peluang penguatan IHSG meski volatilitas diperkirakan masih tinggi.
Selain kebijakan BI, pergerakan pasar juga dipengaruhi arah suku bunga Federal Reserve (The Fed), perkembangan geopolitik global, stabilitas rupiah, harga komoditas, serta kinerja laba emiten.
“Kenaikan suku bunga BI tidak selalu menjadi sentimen negatif bagi pasar saham. Dalam kondisi tertentu, langkah itu justru dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas makroekonomi sehingga mampu meningkatkan daya tarik aset keuangan Indonesia di mata investor asing,” katanya.
Sepanjang perdagangan, IHSG bertahan di zona hijau sejak sesi pertama hingga penutupan. Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, sembilan sektor mencatat penguatan, dipimpin sektor industri yang naik 3,23 persen, disusul sektor energi sebesar 2,55 persen dan sektor barang baku sebesar 1,79 persen.
Sementara itu, dua sektor mengalami pelemahan, yakni sektor teknologi yang turun 0,63 persen dan sektor kesehatan yang melemah 0,19 persen.

NOW ON AIR SSFM 100

