Dari dalam negeri, pelaku pasar merespons positif data inflasi Indonesia pada Juli 2026 yang tercatat sebesar 2,88 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran Bank Indonesia sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.
“Ini menunjukkan terjaganya dalam kisaran sasaran tersebut merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan pemerintah,” kata Nico.
Selain itu, neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 mencatat defisit sebesar 450 juta dolar AS. Meski masih defisit, angka tersebut lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1,61 miliar dolar AS.
Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2026 masih membukukan surplus sebesar 3,58 miliar dolar AS.

NOW ON AIR SSFM 100

