Pelaku pasar juga menanti rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II 2026 yang dijadwalkan diumumkan pada pekan ini sebagai indikator arah pertumbuhan ekonomi nasional.
Dari eksternal, sentimen positif datang dari Amerika Serikat setelah indeks manufaktur ISM meningkat dari 53,3 menjadi 55,6 pada Juli 2026. Capaian tersebut menjadi laju pertumbuhan tercepat dalam lebih dari empat tahun terakhir.
“Hal ini ditopang oleh kuatnya permintaan yang mendorong kenaikan produksi, sehingga memberikan sentimen positif bagi pasar ketenagakerjaan,” ujar Nico.
Di sisi lain, investor juga mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) menyatakan, pembicaraan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dengan Iran sedang berlangsung. Namun, klaim tersebut dibantah oleh Iran.
Meski demikian, pasar menerima sentimen positif dari perkembangan pertemuan Iran dan Oman yang dilaporkan menunjukkan kemajuan dalam upaya meningkatkan kelancaran lalu lintas di Selat Hormuz.

NOW ON AIR SSFM 100

