Seiring dengan itu, harga komoditas energi mulai mengalami koreksi setelah sebelumnya melonjak akibat meningkatnya risiko gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah. Harga minyak Brent turun 3,02 persen ke sekitar 105,46 dolar AS per barel, sementara WTI turun 3,71 persen ke sekitar 102 dolar AS per barel.
Dari dalam negeri, Fitch mempertahankan rating Indonesia Investment Authority (INA) pada BBB dengan negative outlook, setara dengan sovereign Indonesia, serta AAA (idn) dengan Stable Outlook untuk skala nasional.
Fitch menilai dukungan pemerintah terhadap INA “Virtually Certain” dengan Support Score 45/60, yang mencerminkan kuatnya keterkaitan operasional dan keuangan INA dengan pemerintah. Negative Outlook mengikuti prospek sovereign Indonesia, sementara rating nasional tetap stabil.
Sementara itu, Indonesia dan China memperkuat kerja sama investasi melalui Two Countries Twin Parks (TCTP) dengan fokus pada pengembangan kawasan industri, integrasi rantai pasok, transfer teknologi, dan peningkatan nilai tambah.
MoU baru mencatat komitmen sekitar 19,4 miliar Renminbi (RMB) atau Rp51 triliun, sehingga total komitmen TCTP mencapai sekitar Rp88,1 triliun. Pemerintah akan mendorong percepatan implementasi dan realisasi investasi, khususnya pada proyek kawasan industri strategis di Indonesia.

NOW ON AIR SSFM 100

