Rupiah Melemah ke Rp17.744 per Dolar AS, Harga Minyak Naik akibat Konflik AS-Iran
Selasa, 1 September 2026 | 19:40 WIB
Ilustrasi. Saham naik. Foto: suarasurabaya.net
“Surplusnya neraca perdagangan tentunya akan menopang dan memperkuat stabilitas pasar keuangan dalam negeri,” kata Nico.
Namun, sentimen positif tersebut dibayangi perlambatan aktivitas manufaktur nasional. PMI Manufaktur Global S&P Indonesia turun menjadi 49,8 pada Agustus 2026 dari 50,2 pada Juli.
Posisi di bawah level 50 menunjukkan sektor manufaktur kembali berada di zona kontraksi.
Menurut Nico, kondisi inflasi yang tetap berada dalam sasaran menunjukkan konsistensi kebijakan moneter sekaligus sinergi antara BI dan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga.
Sentimen positif lain datang dari keputusan DPR RI yang mengesahkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI untuk periode 2026-2031.