Nico menilai keputusan tersebut memberikan kepastian terhadap arah kebijakan moneter Indonesia dan berpotensi meningkatkan kepercayaan investor, baik domestik maupun asing.
“Pengesahan tersebut memberikan kepastian hukum dan arah kebijakan moneter domestik yang kuat, sehingga akan memberikan sinyal menjaga stabilitas, meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun asing, serta turut mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah gejolak global,” ujarnya.
Dari pasar global, sentimen cenderung berlawanan. Sejumlah bursa saham Asia bergerak melemah akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Konflik tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global. Kondisi ini juga berpotensi memperkuat ekspektasi pengetatan kebijakan moneter.
Pernyataan Ketua The Fed Warsh yang menekankan perlunya bukti lebih kuat bahwa inflasi kembali menuju target 2 persen turut menjadi perhatian investor.

NOW ON AIR SSFM 100

