Dari pasar global, bursa saham Asia bergerak variatif. Investor cenderung berhati-hati menyikapi eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali memengaruhi sentimen pasar.
Kedua negara terlibat aksi saling serang yang menyasar sejumlah kapal. Iran disebut menargetkan kapal tanker minyak dan kapal yang terkait dengan AS, sementara Washington sebelumnya menyerang kapal tanker minyak Iran.
Situasi tersebut kembali memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi, terutama karena potensi gangguan pada sektor energi dan jalur perdagangan.
“Saling melancarkan serangan terhadap kapal selama akhir pekan kemarin, memicu kekhawatiran inflasi baru,” ujar Nico dilansir dari Antara.
Pasar juga mencermati data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan. US Change in Nonfarm Payrolls tercatat meningkat dari 21.000 menjadi 162.000.

NOW ON AIR SSFM 100

