Di sisi lain, kondisi fundamental eksternal Indonesia menunjukkan perkembangan positif. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2026 mencapai 146,5 miliar dolar AS, meningkat dari 145,3 miliar dolar AS pada akhir Juli 2026.
Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan sekitar 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka itu juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
Pergerakan IHSG sendiri sempat dibuka menguat pada awal perdagangan. Namun, indeks kemudian masuk ke zona negatif hingga penutupan sesi pertama dan bertahan di wilayah merah sepanjang sesi kedua.
Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, tujuh sektor berhasil menguat. Sektor industri memimpin kenaikan dengan penguatan 1,30 persen, disusul sektor energi sebesar 1,06 persen dan sektor barang kesehatan sebesar 0,77 persen.
Sebaliknya, empat sektor mengalami pelemahan. Sektor teknologi menjadi penekan terbesar setelah turun 0,73 persen. Berikutnya sektor keuangan melemah 0,70 persen dan sektor barang baku turun 0,60 persen.

NOW ON AIR SSFM 100

