Pemerintah Indonesia dan Brasil membahas peluang pembentukan Indonesia-Mercosur Preferential Trade Agreement (PTA) sebagai langkah awal memperkuat hubungan perdagangan Indonesia dengan negara-negara anggota Mercosur.
Hal itu disampaikan Budi Santoso Menteri Perdagangan (Mendag) saat melakukan pertemuan bilateral dengan Márcio Fernando Elias Rosa Menteri Pembangunan, Industri, Perdagangan, dan Jasa Republik Federasi Brasil di Jaipur, India, Jumat (7/8/2026).
Budi mengatakan, opsi PTA dipertimbangkan sebagai langkah pragmatis karena negosiasi Indonesia-Mercosur Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) belum berjalan efektif.
“Kami juga berharap Brasil dapat membantu membangun kesepakatan di antara negara-negara anggota Mercosur dan mendorong kemajuan proses negosiasi Indonesia-Mercosur PTA,” ujar Budi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (9/8/2026) yang dikutip Antara.
Mercosur beranggotakan Brasil, Argentina, Paraguay, Uruguay, dan Bolivia. Budi menyebut, Indonesia memahami adanya dinamika di antara negara-negara anggota Mercosur, termasuk perbedaan pandangan mengenai format kerja sama perdagangan dengan Indonesia.
Menurut Budi, penguatan kerja sama perdagangan Indonesia dan Brasil dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi kedua negara. Brasil dapat menjadi pintu masuk produk Indonesia ke Amerika Latin, sedangkan Indonesia dapat menjadi pintu masuk produk Brasil ke pasar Asia.
“Kerja sama perdagangan Indonesia dan Brasil tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua negara, tetapi juga dapat membuka akses yang lebih luas ke kawasan masing-masing,” terangnya.
Sementara itu, Márcio mengapresiasi usulan Indonesia dan menyatakan terbuka untuk melanjutkan pembahasan kerja sama Indonesia-Mercosur. Brasil selanjutnya akan mempelajari usulan tersebut.
Pada periode Januari-Juni 2026, total perdagangan Indonesia dan Brasil tercatat 3,53 miliar dolar AS atau sekitar Rp63,54 triliun, dengan ekspor Indonesia sebesar 1,17 miliar dolar AS atau sekitar Rp21,06 triliun.
Sementara pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp126 triliun, dengan ekspor Indonesia ke Brasil sebesar 2,21 miliar dolar AS atau sekitar Rp39,78 triliun.
Produk utama ekspor Indonesia ke Brasil meliputi lemak dan minyak hewani maupun nabati, kendaraan dan bagiannya, mesin dan peralatan listrik, karet dan barang dari karet, serta bahan bakar mineral.
Adapun impor utama Indonesia dari Brasil meliputi ampas dan sisa industri makanan, gula dan kembang gula, kapas, tembakau, serta bijih, kerak, dan abu logam. (ant/bil/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

