Rabu, 22 April 2026

Indonesia Siap Terbitkan Panda Bond, China Berencana Terbitkan Obligasi di RI

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan pada Selasa (21/4/2026). Foto Lea Citra suarasurabaya.net

Pemerintah Indonesia berencana memperluas sumber pembiayaan melalui pasar global dengan menerbitkan instrumen utang di China.

Langkah ini diikuti dengan rencana timbal balik dari pemerintah China yang ingin menerbitkan obligasi di pasar Indonesia.

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) mengungkapkan, kesepakatan awal tersebut dibahas dalam pertemuannya dengan Lan Foan Menteri Keuangan China di Washington DC, Amerika Serikat, dalam rangkaian agenda tahunan International Monetary Fund dan World Bank pada 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menyampaikan rencana penerbitan Panda Bond, yakni obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan oleh entitas asing di pasar domestik China.

“Saya ketemu Menteri Keuangan China, kita diskusi cukup panjang sekitar satu jam. Kita sampaikan keinginan untuk menerbitkan Panda Bond di sana, dan dia sangat setuju. Bunganya di sana relatif murah, sekitar 2,3 persen, sehingga bisa menekan cost of capital kita,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Sebagai bentuk kerja sama timbal balik, pemerintah China juga menyampaikan minat untuk menerbitkan obligasi di Indonesia. Purbaya menyatakan pemerintah membuka peluang tersebut sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral di sektor keuangan.

“China juga bertanya apakah mereka bisa menerbitkan obligasi di Indonesia. Saya bilang boleh. Ini bentuk timbal balik,” katanya.

Penerbitan Panda Bond dinilai menjadi strategi penting untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan sekaligus menekan biaya utang negara. Selain itu, langkah ini juga mencerminkan semakin eratnya hubungan ekonomi antara Indonesia dan China, yang selama ini menjadi mitra dagang utama.

“Kita harapkan investor Indonesia juga bisa berpartisipasi membeli obligasi China dalam mata uang RMB. Karena China adalah partner dagang terbesar kita, hasil pembicaraan ini sangat positif,” ujar Purbaya.

Lebih lanjut, ia menegaskan komunikasi dengan pihak China juga menjadi sinyal bagi investor global, khususnya di Amerika Serikat, bahwa Indonesia memiliki daya tarik investasi yang kompetitif.

“Informasi ini juga saya sampaikan ke investor obligasi di Amerika Serikat. Ini semacam pesan halus bahwa kalau tidak berminat, ada pihak lain yang siap dengan penawaran bunga yang lebih kompetitif,” ujarnya. (lea/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Rabu, 22 April 2026
29o
Kurs