Rabu, 1 Juli 2026

Inflasi Juni 2026 Capai 0,44 Persen, BPS: Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pemicu Utama

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ateng Hartono Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS di Jakarta, Rabu (1/7/2026). Foto Lea Citra suarasurabaya.net

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 0,44 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm).

Kenaikan tersebut mendorong Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 111,40 pada Mei menjadi 111,89 pada Juni 2026.

Selain inflasi bulanan, BPS mencatat inflasi tahun kalender atau year-to-date (ytd) sebesar 1,79 persen. Sementara itu, inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) mencapai 3,34 persen.

Ateng Hartono Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS menjelaskan, kelompok transportasi menjadi penyumbang utama inflasi bulanan Juni 2026 dengan andil inflasi 0,28 persen dan tingkat inflasi 2,29 persen.

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi antara lain bensin, tarif angkutan udara, dan pelumas/oli mesin. Bensin memberikan andil inflasi tertinggi sebesar 0,21 persen. Selanjutnya, tarif angkutan udara memberikan andil inflasi 0,05 persen, sedangkan pelumas/oli mesin menyumbang 0,01 persen,” ungkap Ateng di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Ateng mengatakan, seluruh komponen mengalami inflasi bulanan pada Juni 2026. Andil inflasi tertinggi berturut-turut disumbangkan komponen harga diatur pemerintah sebesar 0,27 persen dan tingkat inflasi 1,41 persen, komponen inti dengan andil inflasi sebesar 0,15 persen dan tingkat inflasi 0,23 persen, dan komponen bergejolak dengan andil inflasi 0,02 persen dan tingkat inflasi 0,14 persen.

“Menurut wilayah, inflasi bulanan terjadi di seluruh provinsi. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Maluku Utara sebesar 2,45 persen, sementara inflasi terendah ada di Provinsi Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah masing-masing sebesar 0,23 persen,” katanya.

Secara tahunan (y-on-y), inflasi Juni 2026 tercatat sebesar 3,34 persen, naik dari tahun sebelumnya sebesar 1,87 persen.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi 1,36 persen dan tingkat inflasi 4,67 persen.

Diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil inflasi 0,69 persen dan tingkat inflasi 10,10 persen.

“Secara tahunan seluruh komponen mengalami inflasi. Komponen inti memberikan andil inflasi sebesar 1,77 persen dengan tingkat inflasi 2,76 persen, diikuti komponen bergejolak dengan andil inflasi sebesar 0,91 persen, dan komponen harga diatur pemerintah dengan andil inflasi sebesar 0,66 persen,” pungkasnya.

Seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi tahunan. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Pegunungan sebesar 7,84 persen, dan inflasi terendah terjadi di Sulawesi Barat sebesar 2,29 persen. (lea/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Rabu, 1 Juli 2026
30o
Kurs