Minggu, 1 November 2026

Kadin: Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
rabowo Subianto Presiden memberikan taklimat kepada sekitar 400 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun Anggaran 2026 dan 250 anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dari seluruh Indonesia di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (11/1/2026). Foto: Biro Pers Setpres

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebut realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai hampir Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Prabowo Subianto Presiden.

Anindya Bakrie Ketua Umum Kadin Indonesia mengatakan, investasi domestik tidak hanya didorong perusahaan besar, tetapi juga melibatkan pelaku usaha menengah yang berperan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

“Kalau dilihat PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat,” ujar Anindya dalam Taklimat Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026), dilansir Antara.

Menurut Anin sapaan akrabnya, investasi dalam negeri menjadi modal penting untuk memperluas keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan. Terlebih, kontribusi sektor swasta terhadap perekonomian Indonesia masih memiliki ruang untuk terus ditingkatkan.

Ia menjelaskan, dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sekitar Rp25.000 triliun, kontribusi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai sekitar Rp4.000 triliun. Sementara sekitar 85 persen aktivitas ekonomi lainnya menjadi ruang bagi dunia usaha untuk berkontribusi.

Karena itu, Kadin berkomitmen mendorong investasi tidak hanya pada sektor industri yang sudah berkembang, tetapi juga industri masa depan seperti kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi terbarukan, dan pusat data (data center).

Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal sekaligus memperluas keterlibatan pengusaha nasional.

“Bukan saja untuk industri-industri yang sekarang, tapi industri masa depan. Seperti industri EV, renewable energy, data center yang memang komponen lokalnya juga banyak. Bapak dan tentunya Pak Presiden, tema Rapimnas kali ini adalah ekonomi kerakyatan dan Indonesia mendunia,” kata Anin.

Ketua Kadin itu juga menilai fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah berbagai gejolak global. Ia menyebut Indonesia tetap menjadi salah satu titik terang perekonomian dunia atau bright spot, sebagaimana pernah disampaikan Dana Moneter Internasional (IMF).

Menurutnya, penguatan investasi domestik perlu diikuti peningkatan kapasitas pengusaha daerah dan pelaku usaha menengah agar mampu berkembang serta naik kelas.

Dengan begitu, pertumbuhan investasi diharapkan tidak hanya memperkuat perekonomian nasional, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi pengusaha lokal untuk menjadi pelaku usaha berskala besar. (bil/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Minggu, 1 November 2026
34o
Kurs