Rabu, 22 April 2026

Kemendag: Pemerintah Bakal Cari Sourcing Nafta untuk Tekan Harga Plastik

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Dyah Roro Esti Widya Putri Wakil Manteri Perdagangan (Wamendag) di kantor Kementerian Perdagangan, Rabu (22/4/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah menyiapkan langkah strategis untuk menekan lonjakan harga plastik dengan mencari pemasok baru bahan baku nafta.

Upaya ini dilakukan di tengah kenaikan harga energi global yang berdampak langsung pada industri petrokimia nasional.

Dyah Roro Esti Widya Putri Wakil Menteri Perdagangan mengatakan, pemerintah akan memperluas sumber pasokan nafta agar kebutuhan industri tetap terpenuhi dan harga plastik dapat lebih stabil.

“Sehingga kita berupaya untuk sourcing dari beberapa wilayah, agar bahan baku nafta tersebut bisa terpenuhi sehingga plastik harganya juga bisa semakin stabil. Jadi mudah-mudahan itu bisa berdampak secara positif,” ujarnya di Jakarta pada Rabu (22/4/2026).

Roro menjelaskan nafta adalah bahan baku yang diperlukan untuk membuat plastik. Di tengah kenaikan harga minyak dunia, nafta juga mengalami lonjakan harga.

“Salah satu hal yang membuat plastik itu menjadi lebih mahal itu dikarenakan ada bahan yang terkandung di dalamnya, misalnya nafta gitu ya, yang di mana lebih dibutuhkan gitu,” ujarnya.

Nafta merupakan cairan hasil olahan minyak bumi yang menjadi bahan dasar banyak produk, khusus plastik. Nafta berasal dari proses penyulingan minyak mentah, lalu diolah lagi menjadi bahan kimia penting yang dipakai industri.

“Secara keseluruhan tentunya dibutuhkannya sinergitas lintas Kementerian, baik itu kami di Kemendag maupun kementerian lainnya untuk mencarikan solusi terbaiknya,” imbuhnya.

Wamendag berharap ke depan pemerintah bisa mencari alternatif bahan baku plastik, sehingga peningkatan harga bisa ditekan.

“Tapi selebihnya tentunya banyak sekali hal-hal alternatif lainnya yang bisa dipergunakan, dan semoga dalam hal ini kita juga bisa kreatif begitu,” pungkasnya.

Sebelumnya Budi Santoso Menteri Perdagangan (Mendag) mengakui tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor nafta. Sehingga ketika perang Timur Tengah mengganggu pasokan nafta, dampaknya langsung terlihat ke industri.

“Jadi ini bagian dari dampak dari perang ya. Kita itu bahan baku plastik salah satunya adalah nafta. Nafta itu 60 persen kita impor dari Timur Tengah. Jadi kita terdampak dari bahan baku yang harus kita impor dari Timur Tengah,” ujarnya.

Lonjakan harga plastik di sejumlah pasar mencapai Rp23.000 dari sebelumnya Rp15.000 per pak. Plastik kemasan melonjak dari Rp36 ribu menjadi Rp60 ribu. Pengusaha mengatakan kenaikan harga plastik dikisaran 30-60 persen, karena stok terbatas.

Plastik adalah barang yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan manusia, karena hampir semua peralatan rumah tangga, industri kecil hingga industri besar menggunakan plastik.

Plastik terbentuk dari unsur-unsur seperti karbon, oksigen, hidrogen, klorin, belerang dan nitrogen. Kemudian sebagai bahan dasar dari plastik adalah dari minyak dan gas bumi.

Proses pembuatan plastik dari minyak bumi secara singkat adalah minyak bumi yang melewati proses pemurnian di kilang minyak (refinery) bersama dengan gas bumi, dan menghasilkan produk petrokimia seperti etana, propana dan berbagai produk petrokimia lainnya.

Etana dan propana dipecah menggunakan tungku bersuhu tinggi, sehingga terbentuk etilena dan propilena, yang digabungkan dengan katalis membentuk polimer plastik yang selanjutnya menjadi pelet/bijih plastik.

Bijih plastik yang terbentuk kemudian diproses menjadi aneka produk plastik seperti sisir, botol plastik, kantong plastik, penutup plastik, ember plastik, gigi palsu, pipa paralon, produk elektronik, komputer, peralatan telekomunikasi, hingga plastik untuk industri sepeda, motor, mobil, kereta api hingga pesawat terbang. (lea/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Rabu, 22 April 2026
29o
Kurs