Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian menegaskan, kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tidak secara otomatis mempengaruhi harga minyak, khususnya di dalam negeri.
Airlangga Hartarto Menko Perekonomian mengatakan, langkah lanjutan dari kesepakatan damai antarnegara yang berkonflik harus dilihat ke depan. Ia menegaskan, saat ini pemerintah masih memantau perkembangan dari konflik Timur Tengah.
“Dengan kembali terbukanya Selat Hormuz, kan kita baru lihat penyesuaian terhadap harga lagi. Ini kan tidak otomatis, kita lihat juga implementasi daripada perjanjian perdamaian,” kata Airlangga di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Harga minyak dunia kembali turun, seiring mulai pulihnya arus pengiriman di Selat Hormuz. Tercatat pada perdagangan, Jumat (19/6/2026), harga minyak mentah brent turun 54 sen atau 0,68 persen, yaitu diangka 78,32 US dolar per barel.
Ini jadi salah satu dampak ditandatanginya kesepakatan damai sementara antara AS dengan Iran. Salah satu perjanjian yang disepakati AS dan Iran adalah membuka kembali Selat Hormuz yang sangat vital bagi kepentingan banyak negara.
Kesepakatan tersebut disusun dalam bahasa Inggris dan Farsi. Total ada 14 poin yang tercantum, termasuk pernyataan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.
Donald Trump Presiden AS juga menyebut perjanjian tersebut berbasis kinerja, di mana Iran hanya mendapat manfaat jika mematuhi dan berkomitmen dengan kesepakatan tersebut.(lea/bil/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

