Rabu, 17 Juni 2026

Respons Pemerintah soal Penyesuaian Harga Minyak Setelah AS dan Iran Sepakat Damai

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Foto Humas Kemenko Perekonomian

Pemerintah masih memonitor kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan, pemerintah harus melihat dampak kesepakatan tersebut kepada harga minyak.

Sepanjang belum adanya penandatanganan perjanjian perdamaian, Airlangga masih akan memantau kondisi minyak dunia dan geopolitik global.

“Pertama tentu kita monitor karena harga minyak kan turun lagi ke sekitar 83, tetapi kan semua ini baru selesai. Sesudah ditandatangani. Jadi sebelum ditandatangani, kita tetap konservatif,” kata Airlangga di Jakarta, Selasa (16/6/2026).

Airlangga Hartarto Menko Perekonomian juga enggan membeberkan rencana penyesuaian harga minyak ke depan.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan menyambut baik kabar Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai. Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan mengatakan, selama ini perang di Timur Tengah sangat berdampak pada harga minyak dunia. Sehingga anggaran disisihkan untuk menyubsidi kebutuhan minyak dalam negeri.

Dengan disinyal berakhirnya perang ini, Purbaya mengatakan anggaran subsidi bahan bakar minyak akan berkurang.

“Kan kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi. Sehingga akan jauh berkurang, ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain, yang dianggap penting oleh presiden jadi kita liat seperti apa dan baru kita adjust,” kata Purbaya di kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin malam (15/6/2026).

Melansir BBC, Shehbaz Sharif Perdana Menteri Pakistan mengumumkan Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai melalui media sosial X.

“Setelah pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai,” kata Sharif.

Sharif tak lupa berterima kasih kepada Qatar, Arab Saudi, dan Turki yang sudah menjadi mediator dalam konflik tersebut.

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat juga mengonfirmasi informasi kesepakatan damai tersebut di media sosial Truth Social. “Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sudah selesai,” tulisnya.

Trump mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa pembatasan, dan juga mencabut blokade Angkatan Laut Amerika Serikat.

“Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin! Biarkan minyak mengalir,” pungkasnya.(lea/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Rabu, 17 Juni 2026
24o
Kurs