Selasa, 5 Mei 2026

Kemenperin dan Kemenkeu Bakal Carikan Jalan Keluar Berbagai Permasalahan Sektor Manufaktur di Lapangan

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Agus Gumiwang Kartasasmita Menteri Perindustrian setelah bertemu Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membahas berbagai persoalan yang terjadi pada sektor manufaktur di Indonesia. Ini disampaikan Agus Gumiwang Kartasasmita Menteri Perindustrian (Menperin) setelah bertemu Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026).

Agus mengatakan pemerintah tengah mencari solusi dari persoalan lapangan sektor manufaktur. Lantaran sektor itu masih jadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

“Berdua Kementerian Keuangan duduk, kita bedah ya berbagai macam kendala yang mungkin dihadapi di lapangan oleh pelaku usaha industri. Nah kemudian dicarikan carikan jalan keluarnya,” kata Agus.

Agus menekankan perkembangan sektor manufaktur sangat penting di Indonesia. Sehingga Kemenkeu telah mendata masalah-masalah yang dihadapi pelaku usaha di bidang manufaktur.

“Kami juga memberikan apresiasi sejak awal bahwa Menteri Keuangan sudah mengkanalisasi masalah-masalah yang dihadapi oleh pelaku usaha, bukan hanya manufaktur, dengan membentuk apa yang disebut dengan tim Bottlenecking,” katanya.

Pada pertemuan hari ini, kedua menteri itu fokus membahas kebijakan-kebijakan apa yang penting untuk diambil.

“Jadi kita tadi intinya memang membahas membahas apa saja policy-policy, langkah-langkah yang perlu kita ambil. Baik itu sebagai stimulus maupun sebagai insentif. Agar pertumbuhan manufaktur yang akan menopang pertumbuhan ekonomi itu bisa berjalan lebih baik dan lebih cepat,” katanya.

Sebelumnya Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia mengalami kontraksi pada April 2026 di angka 49,1. Angka ini turun dari bulan sebelumnya sebesar 50,1.

Katanya penurunan kinerja sektor manufaktur disebabkan bergejolaknya kondisi geopolitik global, imbas perang antara Amerika dan Israel, dengan Iran.(lea/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Selasa, 5 Mei 2026
33o
Kurs