Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan Rp26,30 triliun untuk pembangunan 100 unit Sekolah Rakyat tahap 3 pada 2027.
Kuswara, Plt. Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, mengatakan anggaran itu disiapkan sesuai amanat Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.
“Program Sekolah Rakyat sesuai dengan amanat Inpres nomor 8 tahun 2025 dengan alokasi Rp26,30 triliun,” ujar Kuswara dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Senin (6/7/2026), yang dilaporkan Antara.
Menurut Kuswara, anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan 100 unit Sekolah Rakyat tahap 3. Sebagian lainnya dialokasikan sebagai uang muka pembangunan Sekolah Rakyat tahap 4 yang direncanakan memakai skema multiyears contract atau MYC pada 2027–2028, juga sebanyak 100 unit.
Pembangunan Sekolah Rakyat tahap 3 menjadi salah satu prioritas Kementerian PU pada 2027. Program ini disebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
Sementara itu, Dody Hanggodo, Menteri PU, sebelumnya memastikan gedung Sekolah Rakyat tahap 2 dapat difungsikan pada Juli 2026. Ia menyebut progres pembangunan secara nasional hampir mencapai 81 persen.
Dody mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat tahap 2 sempat melambat akibat kenaikan harga bahan bangunan dan BBM, yang dipicu ketegangan geopolitik global akibat perang Amerika Serikat-Iran.
Meski demikian, Dody menegaskan kondisi tersebut bukan alasan untuk menunda penyelesaian proyek. Kementerian PU, kata dia, tetap berupaya agar pembangunan Sekolah Rakyat tahap 2 bisa selesai sepenuhnya.
Kementerian PU juga mulai menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat tahap 3. Rinciannya, tahap 3A sebanyak 7 lokasi telah masuk proses lelang, tahap 3B sebanyak 11 lokasi dalam persiapan lelang, dan tahap 3C sebanyak 89 lokasi masih menunggu pemenuhan readiness criteria.(ant/iss/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

