Selasa, 27 Oktober 2026

Ketua LPS: Masyarakat Belum Jadikan Asuransi Sebagai Prioritas

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Anggito Abimanyu Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Foto: Antara

Di tengah tantangan itu, industri asuransi pada triwulan II 2026 mencatat pertumbuhan aset. Total aset asuransi umum naik 5,1 persen menjadi Rp270,4 triliun. Namun, penerimaan premi bruto turun 2,5 persen. LPS juga mencermati peningkatan biaya klaim yang berdampak pada naiknya cadangan klaim perusahaan asuransi.

Untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi, LPS menyiapkan Program Penjaminan Polis (PPP).

Program itu merupakan mandat dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), yang ditujukan untuk memberikan perlindungan lebih kuat kepada pemegang polis sekaligus menjaga stabilitas industri asuransi.

LPS telah menyusun peta jalan persiapan penyelenggaraan PPP periode 2023-2026 dan menargetkan program tersebut dapat mulai diaktifkan pada Juli 2027. “Dengan ditetapkan amendemen UU P2SK, LPS melakukan percepatan akselerasi persiapan aktivasi PPP dengan skenario Juli 2027,” kata Anggito.

Menurutnya, sejumlah hal masih harus disiapkan, mulai dari kepesertaan perusahaan asuransi, cakupan penjaminan, batas maksimum nilai yang dijamin, hingga skema pendanaan.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Selasa, 27 Oktober 2026
27o
Kurs