Anggito Abimanyu Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebut masyarakat Indonesia belum sepenuhnya menempatkan asuransi sebagai prioritas perlindungan dasar.
Penilaian itu disampaikan Anggito, merujuk hasil survei literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan LPS. Tingkat literasi asuransi tercatat 42,8 persen, sedangkan inklusinya hanya 29,55 persen.
“Angkanya adalah untuk literasi itu 42,8 persen dan untuk inklusi 29,55 persen, sangat rendah inklusi masyarakat Indonesia terhadap atau menggunakan produk asuransi. Tingkat literasi dan inklusi tersebut jauh lebih rendah dengan tingkat literasi dan inklusi di perbankan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat belum sepenuhnya menempatkan asuransi sebagai prioritas perlindungan dasar,” kata Anggito dalam rapat kerja bersama DPR RI di Jakarta, Kamis (10/9/2026) yang dikutip Antara.
Menurutnya, rendahnya penggunaan produk asuransi juga terlihat dari tingkat penetrasi industri tersebut, yang masih di bawah dua persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Industri asuransi juga menghadapi tantangan struktural berupa rendahnya penetrasi asuransi. Penetrasi asuransi masih di bawah dua persen terhadap PDB. Penetrasi asuransi tertinggal dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

