“Melalui penerapan closed barn, lingkungan kandang menjadi lebih nyaman sehingga kesehatan sapi terjaga dan produktivitas susu meningkat. Penyerahan sapi perah impor juga menjadi peluang meningkatkan kualitas genetik ternak,” ujarnya.
Selain modernisasi peternakan, perusahaan juga mengembangkan program pertanian regeneratif melalui pembangunan sekitar 8.700 biodigester, 2.000 manure application unit, serta penanaman lebih dari 200 ribu pohon legum untuk mendukung pengelolaan limbah ternak dan keberlanjutan lingkungan.
Saat ini, Nestlé Indonesia menyerap susu segar senilai lebih dari US$60 juta setiap tahunnya dari para peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur. Perusahaan tersebut sudah bekerja sama dengan 28 koperasi dan lebih dari 12 ribu peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Jawa Timur memproduksi sekitar 475,39 ribu ton susu segar pada 2025, menjadikannya sebagai sentra produksi susu sapi terbesar di Indonesia.(ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

