Jumat, 10 Juli 2026

Neraca Dagang Mei Defisit Dipicu Harga Minyak, Mendag Berharap Bulan Depan Membaik

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Budi Santoso Menteri Perdagangan dalam acara launching akses fesyen produk UMKM di Jakarta. Foto: Kemendag

Menurut Budi, defisit pada Mei tidak mengubah tren positif perdagangan Indonesia secara keseluruhan. Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Mei 2026 masih mencatat surplus 4,01 miliar dolar AS (sekitar Rp72,69 triliun).

Ia juga menyebut kinerja perdagangan selama lima bulan pertama tahun ini masih tumbuh positif, sehingga pemerintah tetap optimistis terhadap prospek ekspor nasional.

“Kalau Januari secara kumulatif Januari–Mei kan tetap naik, naik 3,9 persen. Kita tetap surplus US$4,01 miliar. Jadi hanya bulan Mei saja, tapi Januari–Mei secara kumulatif tetap surplus,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia defisit 1,61 miliar dolar AS (sekitar Rp29,19 triliun) pada Mei 2026. Defisit itu menjadi yang pertama dalam enam tahun terakhir.

Ateng Hartono Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS mengatakan, defisit tersebut terutama disebabkan oleh komoditas migas, khususnya hasil minyak dan minyak mentah.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 10 Juli 2026
31o
Kurs