“Lapangan Gas RBG Blok I diharapkan dapat memperkuat pasokan gas domestik di Jawa Tengah dan mendukung pengurangan ketergantungan terhadap Liquefied Petroleum Gas (LPG) impor. Sementara itu, Proyek Kedung Keris West memiliki potensi produksi sekitar 15.000 barel minyak per hari dengan nilai ekonomi sekitar Rp25 miliar per hari,” kata Dudung di Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (7/7/2026)
Dudung menegaskan persoalan perizinan tidak boleh menjadi penghambat proyek-proyek energi strategis nasional.
“Produksi migas dalam negeri harus kita kawal. Kita tidak sedang mempertentangkan swasembada pangan dengan swasembada energi. Keduanya adalah agenda strategis pemerintah yang harus berjalan beriringan. Lahan pertanian harus dijaga, tetapi kebutuhan energi nasional juga harus dipenuhi,” ujar Dudung.
Ia mengatakan pemerintah telah beberapa kali menggelar pembahasan lintas kementerian sebelum turun langsung ke lapangan untuk memastikan penyelesaian persoalan perizinan.
Menurutnya, pemerintah daerah di Bojonegoro, Demak, dan Grobogan telah menyatakan dukungan terhadap kelanjutan proyek migas tersebut.

NOW ON AIR SSFM 100

