Selasa, 25 Agustus 2026

Pemerintah Percepat Izin Tiga Proyek Migas Strategis di Jatim dan Jateng

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman Kepala Staf Kepresidenan meninjau Kedung Keris Wellpad, Kab. Bojonegoro. Foto: Humas KSP

Kendala terbesar berasal dari tingginya porsi lahan berstatus LP2B di sejumlah daerah. Di Kabupaten Demak, misalnya, sekitar 90 persen wilayah tercatat sebagai LP2B, sehingga pemanfaatan lahan untuk proyek migas harus melalui mekanisme sesuai ketentuan yang berlaku.

Djoko Siswanto Kepala SKK Migas memastikan pengembangan proyek migas tidak akan mengurangi luas lahan pertanian karena setiap alih fungsi lahan wajib disertai penyediaan lahan pengganti.

“Untuk LSD yang dialihkan menjadi wilayah produksi migas, misalnya kita pakai satu hektare, maka kita wajib mengganti tiga hektare. Jadi tidak ada masalah untuk produksi pertaniannya karena lahan penggantinya justru lebih besar,” kata Djoko.

Secara keseluruhan, kebutuhan lahan untuk tiga proyek tersebut relatif terbatas. Kedung Keris West membutuhkan sekitar 0,6 hektare, Sumur Banyugeni sekitar 3,5 hektare, sedangkan Lapangan Gas RBG Blok I memerlukan sekitar 4,4 hektare.

Pemerintah menyatakan penyelarasan data antara Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Pertanian telah rampung.

Selanjutnya, Kantor Staf Kepresidenan mendorong kementerian dan lembaga terkait menyiapkan mekanisme percepatan perizinan bagi proyek-proyek yang telah memenuhi persyaratan teknis agar jadwal pengeboran pada 2026 hingga 2027 tidak kembali tertunda. (lea/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Selasa, 25 Agustus 2026
23o
Kurs