Pada seri FR0107, pemerintah memenangkan penawaran sebesar Rp3,05 triliun dari permintaan Rp4,22 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbangnya tercatat 7,34997 persen dengan jatuh tempo 15 Agustus 2045.
Sementara itu, seri FR0106 diserap sebesar Rp1,2 triliun dari penawaran yang masuk Rp8,02 triliun. Seri yang jatuh tempo pada 15 Agustus 2040 itu memiliki imbal hasil rata-rata tertimbang 7,34985 persen.
Untuk instrumen jangka pendek, seri SPN01260905 dimenangkan sebesar Rp1 triliun dari penawaran Rp2,21 triliun. Seri baru itu menawarkan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,89000 persen dan jatuh tempo pada 5 September 2026.
Seri SPN12261105 juga diserap sebesar Rp1 triliun dari permintaan Rp2,68 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbangnya mencapai 7,04000 persen dengan jatuh tempo pada 5 November 2026.
Adapun seri FR0105 dimenangkan sebesar Rp750 miliar dari penawaran Rp1,90 triliun. Seri tersebut memiliki imbal hasil rata-rata tertimbang 7,38909 persen dan akan jatuh tempo pada 15 Juli 2064.
Serapan terendah tercatat pada seri FR0102 sebesar Rp400 miliar, dari penawaran yang masuk Rp1,73 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang seri ini sebesar 7,36955 persen dengan jatuh tempo pada 15 Juli 2054. (ant/ham/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

