Meski demikian, ia mengisyaratkan insentif tersebut hanya akan diberikan kepada kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV).
Sementara mobil hybrid maupun plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) diperkirakan tidak masuk dalam skema penerima insentif.
“Saya belum dengar rencana itu. Yang saya dengar rencananya adalah EV saja. Battery nickel-based sama battery lithium-based juga berbeda sedikit,” ujarnya dilansir dari Antara.
Purbaya menegaskan rincian akhir mengenai bentuk insentif dan persyaratan penerimanya akan diumumkan langsung oleh Prabowo.
Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027, pemerintah memasukkan pengembangan mobil dan sepeda motor nasional sebagai salah satu Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) pada agenda hilirisasi dan industrialisasi.

NOW ON AIR SSFM 100

