Sementara untuk memastikan modal KUR ini benar-benar berdampak positif dan pinjaman dapat dikembalikan dengan lancar, Kementerian UMKM menyiapkan strategi pengawalan ketat agar usaha masyarakat dapat terus tumbuh dan tidak jalan di tempat.
Yang pertama, kata Maman, adalah memperkuat kerja sama lintas sektor seperti, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota harus berkomitmen untuk terus berkoordinasi dalam mendampingi para pelaku usaha di lapangan.
“Selain komitmen antar-pemerintah, kami juga menggandeng perguruan tinggi, salah satunya seperti ITS untuk terlibat aktif dalam program pembinaan UMKM,” ungkapnya.
Melalui kerja sama ini, pemerintah mendorong perguruan tinggi untuk menghidupkan pusat inkubasi bisnis, yang disiapkan sebagai ujung tombak dalam memberikan pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan bagi para wirausaha.
Menurutnya, pendampingan pada UMKM harus dilakukan secara kontinu agar mereka tidak berjalan sendiri dan berisiko gulung tikar di tengah jalan.
“Kami berharap, kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia pendidikan ini mampu melahirkan UMKM yang tangguh, berkualitas tinggi, serta mampu memenuhi berbagai kebutuhan produk di pasar dalam negeri,” tutupnya.(kir/ham/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

