Sabtu, 26 September 2026
Advertorial

Perkuat Ekonomi Syariah, BI Jatim Buka Akses Pembiayaan dan Pasar Lewat Fesyar 2026

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa di Surabaya, pada Sabtu (26/9/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur memperkuat ekosistem ekonomi syariah dengan membuka akses pembiayaan dan pasar bagi pelaku usaha melalui Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa di Surabaya, pada 24-27 September 2026.

Yono Haryono Koordinator Fesyar Jawa 2026 mengatakan, Fesyar tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha dengan akses pembiayaan maupun pasar.

Upaya tersebut, kata dia, dilakukan melalui business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan pihak pembiayaan serta calon mitra perdagangan.

“Jadi kami harapkan ini sebagai trigger ya bagi business deal, business deal ke depannya ya. Jadi proses untuk sampai ke business deal itu bisa kita showcase-kan di Fesyar ini gitu,” katanya dalam Interview Pariwara Suara Surabaya, pada Sabtu (26/9/2026).

Sampai Sabtu, 26 September 2026, ayau selama dua hari pelaksanaan Fesyar, pihaknya mencatat business matching telah menghasilkan kesepakatan bisnis di sektor pembiayaan sekitar Rp36 miliar.

Sementara dari sisi perdagangan, kesepakatan bisnis yang tercatat mencapai Rp21 miliar.

Dengan demikian, total kesepakatan bisnis dari pembiayaan dan perdagangan telah mencapai lebih dari 50 miliar rupiah.

Yono mengatakan, capaian tersebut menjadi salah satu bentuk upaya agar Fesyar tidak berhenti sebagai event tahunan, tetapi memberikan dampak yang lebih luas bagi perkembangan ekonomi syariah.

“Fesyar ini bukan target event ya, event selesai, kemudian selesai juga gitu, tapi kami mencoba bagaimana Fesyar ini memiliki impact yang jauh lebih luas gitu,” ujarnya.

Selain business matching, BI Jatim juga mengembangkan Fesyar 2026 sebagai one stop services bagi masyarakat dan pelaku usaha yang membutuhkan berbagai layanan ekonomi dan keuangan syariah.

Pengunjung Fesyar, lanjut dia, dapat menemukan produk modest fashion dan makanan halal, sekaligus mengakses informasi pembiayaan syariah, layanan zakat, infak, sedekah dan wakaf, hingga konsultasi sertifikasi halal.

Yono menjelaskan, upaya tersebut merupakan bagian dari kerangka pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Bank Indonesia yang mencakup tiga pilar.

Pertama, pengembangan ekosistem rantai nilai halal yang terintegrasi dan berdaya saing. Kedua, penguatan pembiayaan syariah, baik pembiayaan komersial maupun keuangan sosial syariah. Dan pilar ketiga adalah peningkatan literasi dan inklusi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.

“Dan yang ketiga, ini kenapa Fesyar juga menjadi penting untuk dilaksanakan, karena ini juga apa ya, sebagai sarana bagi kita semua untuk semakin meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat terhadap ekonomi keuangan syariah,” jelasnya.

Seperti diketahui, Fesyar Jawa 2026 merupakan penyelenggaraan tahun ke-10 dan mengusung tema Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan Melalui Sinergi dan Transformasi Digital. (ris/saf/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Sabtu, 26 September 2026
27o
Kurs