Menurutnya, terdapat pula SPBU yang secara fisik masih dalam kondisi aman, tetapi belum dibuka karena operator mempertimbangkan faktor keselamatan dan kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Pertamina memperkuat distribusi BBM menggunakan mobil tangki, terutama untuk menjangkau wilayah yang akses jalannya terdampak bencana. Pengiriman dilakukan dengan pengamanan tambahan di sejumlah jalur yang mengalami longsor.
“Penyaluran BBM menggunakan mobil tangki dengan pengamanan ekstra, khususnya di jalur yang terdampak longsor,” ujar Kitty.
Pertamina Patra Niaga menargetkan 20 SPBU yang masih berhenti beroperasi dapat dipulihkan secara bertahap. Namun, pembukaan kembali SPBU akan menyesuaikan kondisi sarana, akses, dan tingkat keamanan di masing-masing lokasi.
“Pasokan BBM dan LPG tetap kami jaga dan pemulihan operasional SPBU dilakukan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan. Kami juga memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan energi melalui SPBU yang masih beroperasi,” kata Kitty.

NOW ON AIR SSFM 100

