Maka dari itu, Prabowo mendorong negara-negara BRICS menghadapi tantangan secara bersama-sama, dengan menyatukan sumber daya, kapasitas produktif, kemampuan teknologi, dan pasar yang dimiliki.
“Ketika kita menghadapi tantangan-tantangan ini secara bersama-sama, kita juga menyatukan sumber daya, kapasitas produktif, kemampuan teknologi, dan pasar dalam jumlah yang sangat besar. Satukan semuanya, dan BRICS dapat memberikan perbedaan yang nyata dan penting bagi dunia. Oleh karena itu, langkah pertama adalah mengakui nilai dari apa yang kita miliki dan menggunakan kekuatan ini untuk saling membantu,” tandasnya.
Sekadar informasi, Kehadiran Prabowo Presiden dalam KTT ke-18 BRICS sebagai anggota penuh merupakan langkah Indonesia untuk memperkuat peran aktif dalam kerja sama multilateral.
Keikutsertaan itu mencerminkan komitmen Indonesia untuk mendorong terbentuknya tatanan ekonomi global yang lebih seimbang, inklusif, dan memberikan ruang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang.
Dalam KTT ke-18 BRICS di India, 12-13 September 2026, para pemimpin negara anggota membahas sejumlah agenda strategis terkait penguatan kerja sama antarnegara berkembang.
Pertemuan tersebut juga mengupayakan langkah-langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi di bidang pangan, energi, pembiayaan pembangunan, serta perdagangan. (rid/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

